GONORE

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Penyakit kelamin merupakan suatu fenomena yang telah lama kita kenal dan beberapa diantaranya sangat populer seperti sifilis, gonore maupun herpes. Semakin majunya ilmu pengetahuan, menemukan bahwa penyakit ini tidak hanya menimbulkan gejala klinis pada alat kelamin saja, tapi juga dapat menimbulkan gangguan pada organ-organ tubuh lainnya. Terdapat lebih dari 25 organisme menular yang menyerang saluran geital.

Penyakit menular seksual (PMS) selama dekade terakhir ini mengalami peningkatan kejadian yang cukup pesat di berbagai negara di seluruh dunia. Salah satu penyakit yang sering diderita adalah gonore (Gonorrhoeae). Penderita penyakit ini umumnya adalah wanita. Angka infeksi paling tinggi pada kaum muda, dengan yang tertinggi pada perempuan berusia 15 sampai 19 tahun dan laki-laki 20 sampai 24 tahun, dan pada laki-laki yang berhubungan seks dengan sesama jenis (Price & Wilson 2005).

Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh baktri Neisseria gonorhoeae. Berbagai usaha pencegahan penularan gonore telah digalakkan baik oleh pemerintah Indonesia maupun oleh WHO. Namun meskipun pemerintah telah mengupayakan usaha-usaha tersebut, insidensi gonore tetap meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan makin banyaknya jumlah penduduk, serta perubahan pergaulan sosial.

Pengendalian gonore dan akibat-akibatnya memerlukan pengobatan yang menyeluruh serta pendidikan mengenai penularan dan pencegahan. Pengendaliannya tidak hanya dengan obat-obatan tetapi juga dengan makanan. Beberapa makanan dapat mengontrol gejala yang diakibatkan oleh gonore. Pendidikan tentang gonore, yaitu berupa konsultasi dengan ahlinya, juga perlu dilakukan untuk mengetahui cara pencegahan dan pengendalian penyakit ini. Melihat adanya hubungan makanan dan pengetahuan dengan penyakit gonore, penderita penyakit ini perlu juga untuk mengetahui secara lebih tentang pengendalian gonore dengan makanan. Oleh karena itu, konsultasi gizi tentang gonore perlu dilakkukan.

Tujuan

            Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

  1. Mengetahui pengertian dari penyakit gonore
  2. Mengetahui penyebab dan patofisiologi penyakit gonore
  3. Mengetahui gejala penyakit gonore
  4. Mengetahui pengobatan penyakit gonore
  5. Mengetahui anjuran gizi untuk penyakit gonore


 

TINJAUAN PUSTAKA

Gonore (Gonorrhea)

            Gonore adalah penyakit menular seksual paling tua yang pernah dilaporkan. Gonore disebabkan oleh invasi bakteri Neisseria gonorrhoeae, yang pertama kali ditemukan dan diberi nama oleh ahli dermatologi Polandia, Albert Neisseria. Angka gonore di Amerika Serikat lebih tinggi daripada di negara-negara industri lainnya. Setelah infeksi oleh N. Gonorrhoeae tidak timbul imunitas alami, sehingga infeksi dapat berjangkit lebih dari satu kali. Angka infeksi paling tinggi pada kaum muda, dengan yang tertinggi pada perempuan berusia 15 sampai 19 tahun dan laki-laki 20 sampai 24 tahun, dan pada laki-laki yang berhubungan seks dengan sesama jenis ().

Patofisiologi

            Gonorea disebabkan oleh invasi bakteri diplokokus gram-negatif, Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini melekat dan menghancurkan membran sel epitel yang melapisi selaput lendir, terutama epitel yang melapisi kanalis endoserviks dan uretra. Infeksi ekstragenital di faring, anus, dan rektum dapat dijumpai pada kedua jenis kelamin. Untuk dapat menular, harus terjadi kontak langsung mukosa ke mukosa. Tidak semua orang yang terpajan ke gonorea akan terjangkit penyakit, dan resiko penularan dari laki-laki kepada perempuan lebih tinggi daripada penularan perempuan kepada laki-laki terutama karena lebih luasnya selaput lendir yang terpajan dan eksudat yang berdiam lama di vagina.

Setelah terinokulasi, infeksi dapat menyebar ke prostat, vas deferens, vesikula seminalis, epididimis, dan testis pada laki-laki dan ke uretra, kelenjar Skene, kelenjar Bartholin, endometrium, tuba falopii, dan rongga peritoneum, menyebabkan PID pada perempuan. PID adalah penyebab utama infertilitas pada perempuan. Infeksi gonokokus dapat menyebar melalui aliran darah, menimbulkan bakteremia gonokokus.

Bakteremia dapat terjadi pada perempuan maupun laki-laki tetapi apabila dibandingkan lebih sering terjadi pada perempuan. Perempuan berisiko paling tinggi mengalami penyebaran infeksi pada saat haid. Penularan perinatal kepada bayi saat lahir, melalui os serviks yang terinfeksi, dapat menyebabkan konjungtivitis dan akhirnya kebutaan pada bayi apabila tidak diketahui dan diobati ().

Gejala dan Tanda

            Respon peradangan yang cepat disertai destruksi sel menyebabkan keluarnya sekret purulen kuning-kehijauan khas dari uretra pada pria dan ostium serviks pada perempuan. Gejala dan tanda pada laki-laki dapat muncul paling cepat 2 hari setelah pajanan dan mulai dengan uretritis, diikuti oleh sekret purulen, disuria, dan sering berkemih serta malese. Sebagian besar laki-laki akan memperlihatkan gejala dalam 2 minggu setelah inokulasi oleh organisme ini. Infeksi gonokokus lokal, pada laki-laki yang asimtomatik atau yang tidak diobati, biasanya akan diatasi oleh pertahanan alami tubuh dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Pada perempuan, gejala dan tanda timbul dalam 7 sampai 21 hari, dimulai dengan sekret vagina. Pada pemeriksaan, serviks yang terinfeksi tampak edematosa dan rapuh dengan drainase mukopurulen dari ostium. Infeksi gonokokus di perianus dan rektum menimbulkan rasa tidak nyaman dan gatal ringan, atau menimbulkan ekskoriasi dan nyeri perianus, serta sekret mukopurulen yang melapisi tinja dan dinding rektum. Gejala gonore sering tidak terasa, beberapa orang tidak sadar jika telah terjangkit gonore. Beberapa gejala yang harus diperhatikan adalah nyeri pada perut bagian bawah, demam, mual-mual, dan nyeri saat berhubungan seksual.

Penatalaksanaan

            Beberapa galur dari N. gonorrhoeae resisten terhadap beberapa terapi. Oleh karena itu pada beberapa kasus dilakukan uji kepekaan. Semua kontak seksual pasien yang terinfeksi harus dievaluasi dan ditawarkan terapi profilatik.

Anjuran Gizi

            Cara untuk mengurangi gonore adalah dengan mengurangi jumlah asupan lemak jenuh pada makanan. Makanan yang digoreng, dibakar, produksi ternak lemak tinggi, sumber daging berlemak, atau lemak jenuh tambahan seperti mentega atau keju perlu dihindari. Diet dengan lemak jenuh rendah membantu memperoleh kondisi yang terkontrol.

Pengobatan natural lainnya adalah dengan kanji. Kanji adalah air buangan, sisa dari mencuci beras. Kanji ini juga dapt mengontrol gonore bersama-sama dengan pengurangan konsumsi lemak jenuh. Selain itu, makanan yang tinggi kandungan air serta biji-bijian yang rendah lemak juga dapat mengurangi gejala. Makanan ini dapat meningkatkan cairan tubuh sehingga dapat mengontrol gejala yang dirasakan. Beberapa makanan yang mengandung kadar air yang tinggi serta lemak rendah adalah gandum, barley, serta buah-buahan dan sayur-sayuran. Bawang putih juga dapat membunuh bibit penyakit serta menguatkan tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Natural cure for gonorrhea. http://www.all4naturalhealth.com/cure-for-gonorrhea.html [12 Sept 2011]

 

______. 2010. Gonorrhea. http://www.ayushveda.com/health/gonorrhea.htm

 

Price S, Wilson LM. 2005. Patofisiologi. Jakarta: EGC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s