LAPORAN ADPG : ANALISIS KECUKUPAN DAN KONSUMSI

Laporan Praktikum 6                                Hari/Tanggal : Senin/16 April 2011

M.K Analisis Data Pangan dan Gizi

ANALISIS KECUKUPAN DAN KONSUMSI

 

 

Oleh :

Ika Meilaty      I14080120

Asisten :

Pera Tinfika Mutiara, S.Si

Priskila

Rizwana Syarifah

Koordinator Mata Kuliah :

Prof. Dr. Ir. Dadang Sukandar, M.Sc

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT

FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011


PEMBAHASAN

            Kecukupan gizi bagi setiap individu berbeda menurut usia dan jenis kelamin. Nilai kecukupan dapat dilihat dari AKG (Angka Kecukupan Gizi). Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan adalah suatu kecukupan rata-rata zat gizi setiap hari bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran & aktivitas tubuh, untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. AKG untuk usia diatas 10 tahun dibedakan juga setiap jenis kelaminnya.

Data yang dibutuhkan untuk menghitung kecukupan individu adalah kode responden, jenis kelamin (A4), usia dalam tahun (A51) dan bulan (A52), dan berat badan (A9) yang dibuat dalam sheet baru dengan nama “biota”. Data lain yang dibutuhkan adalah data kode responden, berat pangan yang dimakan (C3), dan kode pangan (C1) yang dibuat dalam sheet baru dengan nama “konsta”. Data untuk sheet “biota” dan “konsta” didapat dari data kuesioner dari praktikum sebelumnya.

Data jenis kelamin (A4) masih berupa kode dan harus dikategorikan sebagai pria atau wanita. Buat kolom baru disebelah kolom jenis kelamin, dan beri judul kolom “JK”. Fungsi yang digunakan ialah fungsi IF dengan formula [=IF(B2=1,”pria”,”wanita”)]. Formula tersebut memberi perintah jika B2 (jenis kelamin (A4)) sama dengan 1, maka isi sel dengan “pria”, dan jika bukan maka isi sel dengan “wanita”.

Data usia harus diubah dalam bentuk tahun. Formula yang digunakan ialah [=D2+E2/12]. Formula tersebut menjumlahkan D2 (usia dalam tahun (A51)) dan E2 (usia dalam bulan (A52)), yang kemudian dibagi dengan 12 sehingga didapat usia dalam tahun. Data responden yang digunakan adalah balita (dibawah 5 tahun), karena responden yang di-recall adalah responden balita. Data responden di sort terlebih dulu (smallest to largest), kemudian responden dengan usia diatas 5 tahun dihapus.

Pada sheet “kecukupan”, insert baris sejumlah banyaknya data sebelum menyain data. Salin kode responden, usia (tahun), jenis kelamin (yang telah berupa data kategorik), dan berat badan dari sheet “biota” ke sheet “kecukupan”. Data tersebut dimasukkan pada kolom data yang dapat diubah (warna merah), sehingga kolom berikutnya berubah sesuai formula. Kolom-kolom selanjutnya (tulisan warna hitam) telah diisi dengan formula-formula sesuai kebutuhan.

Berat badan ideal ditentukan berdasarkan umur dan jenis kelamin, yang dapat dilihat pada tabel AKG. Fungsi yang digunakan untuk mengisi kolom BB ideal adalah fungsi VLOOKUP. Fungsi ini mirip dengan fungsi INDEX pada praktikum sebelumnya, yaitu menampilkan data berdasarkan tabel referensi dalam format vertikal. Pada fungsi ini terdapat dua macam pendekatan yaitu true dan false. Pendekatan true akan menggunakan nilai dibawahnya jika tidak ada nilai yang cocok dengan acuan, sementara pendekatan false akan mengeluarkan hasil 0 jika tidak ada yang cocok.

Formula untuk BB ideal adalah [=VLOOKUP($C4, IF($C4<10, AKG!$C$4:$H$8, IF($D4=”Pria”, AKG!$C$9:$H$16, AKG!$C$17:$H$24)), 3, TRUE)]. Formula ini dibaca “isi berat badan ideal berdasarkan umur (C4), jika umur (C4) kurang dari 10 maka lihat tabel AKG dengan range C4-H8, jika  tidak maka lihat jenis kelamin (D4), jika pria maka lihat tabel  AKG dengan range C9-H16, jika bukan pria (wanita) maka lihat tabel AKG dengan range C17-H24, kolom yang dibaca adalah kolom ketiga, apabila tidak ada yang cocok maka isi dengan nilai dibawahnya. Formula ini dapat disalin untuk mengetahui BB ideal untuk baris berikutnya.

Fungsi untuk mencari kecukupan gizi ideal, baik energi maupun protein, adalah fungsi VLOOKUP. Formula yang digunakan untuk energi ialah [=VLOOKUP($C4, IF($C4<10, AKG!$C$4:$H$8, IF($D4=”Pria”, AKG!$C$9:$H$16, AKG!$C$17:$H$24)),5, TRUE)], sementara untuk protein ialah [=VLOOKUP($C4, IF($C4<10, AKG!$C$4:$H$8, IF($D4=”Pria”, AKG!$C$9:$H$16, AKG!$C$17:$H$24)),6, TRUE)].  Formula ini dibaca “isi kecukupan energi berdasarkan umur (C4), jika umur (C4) kurang dari 10 maka lihat tabel AKG dengan range C4-H8, jika  tidak maka lihat jenis kelamin (D4), jika pria maka lihat tabel  AKG dengan range C9-H16, jika bukan pria (wanita) maka lihat tabel AKG dengan range C17-H24, kolom yang dibaca adalah kolom kelima untuk energi dan keenam untuk protein, apabila tidak ada yang cocok maka isi dengan nilai dibawahnya. Formula ini dapat disalin untuk mengetahui kecukupan gizi ideal untuk baris berikutnya.

Kecukupan gizi aktual didapat dengan membandingkan berat badan aktual dan berat badan ideal, yang kemudian dikalikan dengan kecukupan gizi ideal. Formula yang digunakan ialah [=$E4/$F4*G4] untuk energi, dan [=$E4/$F4*H4]. Kolom E adalah BB aktual, sedangkan Kolom F adalah BB ideal. Kolom G dan H adalah kolom untuk kecukupan gizi, yaitu energi dan protein. Formula ini dapat disalin untuk mengetahui nilai untuk baris berikutnya.

Data yang dibutuhkan untuk mengisi sheet “konsumsi” adalah data yang telah dibuat pada sheet “konsta”, yang akan mengisi kolom dengan tulisan merah pada sheet “konsumsi”. Data yang akan diisi pada sheet “konsumsi” adalah kode PPH, jenis pangan, BDD, dan kandungan zat gizi (energi dan protein). Data pada sheet “konsta” merupakan data konsumsi balita.

Kode PPH didapatkan dengan menggunakan fungsi VLOOKUP, dengan formula [=VLOOKUP($D4, DKBM!$B$4:$G$627, 2, FALSE)]. Formula ini dibaca “isi kode PPH berdasarkan kode pangan (D4) yang dilihat pada tabel DKBM dengan range B4-G627 kolom kedua, apabila tidak ada nilai yang cocok maka diisi dengan nilai 0. Formula ini dapat disalin untuk mengetahui kode PPH untuk baris berikutnya.

Jenis pangan dan BDD didapatkan dengan menggunakan fungsi VLOOKUP, dengan formula [=VLOOKUP($D4, DKBM!$B$4:$G$627, 3, FALSE)] untuk jenis pangan dan [=VLOOKUP($D4, DKBM!$B$4:$G$627, 4, FALSE)] untuk BDD. Formula ini dibaca “isi jenis pangan dan BDD berdasarkan kode pangan (D4) yang dilihat pada tabel DKBM dengan range B4-G627 kolom ketiga untuk jenis pangan dan kolom keempat untuk BDD, apabila tidak ada nilai yang cocok maka diisi dengan nilai 0. Formula ini dapat disalin untuk mengetahui jenis pangan dan BDD untuk baris berikutnya.

Kandungan gizi (E dan P) didapat dengan rumus  . Data berat pangan dan BDD telah tersedia pada kolom sebelumnya, sementara data kandungan gizi didapatkan dari tabel DKBM dengan fungsi VLOOKUP. Formula yang digunakan adalah [=($C4/100)*($G4/100)*VLOOKUP($D4, DKBM!$B$4:$G$627, 5, FALSE)]untuk energi dan [=($C4/100)*($G4/100)*VLOOKUP($D4, DKBM!$B$4:$G$627, 6, FALSE)] untuk protein. Formula ini dapat disalin untuk mengetahui kandungan gizi untuk baris berikutnya.

Sheet selanjutnya adalah sheet “TKG”. Data yang digunakan pada sheet ini adalah data dari sheet “kecukupan”. Insert baris sesuai jumlah data yang diolah. Salin kode sampel dari sheet “kecukupan” ke sheet “TKG”. Kolom berikutnya akan terisi secara otomatis sesuai perintah formula pada setiap kolom.

Kolom umur dan jenis kelamin akan terisi dengan formula [=VLOOKUP($B4, KECUKUPAN!$B$4:$J$13, 2, FALSE)] untuk umur dan [=VLOOKUP($B4, KECUKUPAN!$B$4:$J$13, 3, FALSE)] untuk jenis kelamin. Formula ini dibaca “isi umur dan jenis kelamin berdasarkan kode sampel (B4) yang dilihat pada sheet KECUKUPAN dengan range B4-J13 kolom kedua untuk umur dan kolom ketiga untuk jenis kelamin, apabila tidak ada nilai yang cocok maka diisi dengan nilai 0. Formula untuk kecukupan gizi aktual adalah [=VLOOKUP($B4, KECUKUPAN!$B$4:$J$13, 8, FALSE)] untuk energi dan [=VLOOKUP($B4, KECUKUPAN!$B$4:$J$13, 9, FALSE)] untuk protein. Formula ini dapat disalin untuk mengetahui nilai untuk baris berikutnya.

Konsumsi gizi aktual didapat dengan menjumlahkan konsumsi energi dan protein pada sheet “konsumsi” sesuai kode responden. Fungsi yang digunakan adalah SUM dan IF. Fungsi ini akan menjumlahkan data jika kode responden sama dengan acuan. Formula yang digunakan ialah [=SUM(IF(KONSUMSI!$B$4:$B$82=$B4, KONSUMSI!$H$4:$H$82), 0)].

Tingkat Kecukupan Gizi (TKG) didapatkan dengan membandingkan konsumsi zat gizi aktual dengan kecukupan gizi aktual kemudian dikalikan 100. Data yang didapat berupa persentase. Formula yang digunakan ialah [=G4/E4*100]. Formula ini dapat disalin untuk mengetahui nilai untuk baris berikutnya.

Tabel 1. Jumlah sampel berdasarkan jenis kelamin

No

Jenis Kelamin

Jumlah Sampel

Kecukupan Gizi Aktual

Konsumsi Gizi Aktual

Tingkat Kecukupan Gizi

n

%

Energi (Kal)

Protein (Gr)

Energi (Kal)

Protein (Gr)

Energi (%)

Protein (%)

1

Pria

                    4

40.0

            1,021               25.5                951               50.8               92.4             192.3

2

Wanita

                    6

60.0

            1,029               25.7             2,187               33.2             194.4             120.6

Total

                 10

100.0

            1,026               25.6             1,693               40.2             153.6             149.3

Sampel yang digunakan adalah 10 orang responden dengan perbandingan pria dan wanita 4:6. Baik kecukupan gizi aktual, konsumsi gizi aktual dan TKG, wanita lebih tinggi daripada pria. Konsumsi protein pria lebih banyak daripada wanita sehingga TKG protein pria lebih tinggi daripada wanita. Kecukupan gizi responden telah melebihi kebutuhan.

Jumlah sampel untuk pria dan wanita dihitung dengan fungsi COUNTIF dari sheet “TKG”. Fungsi ini menghitung data sampel sesuai dengan syarat yang diminta. Formula yang digunakan adalah [=COUNT(IF(TKG!$D$4:$D$13=$C4, TKG!$B$4:$B$13), “”)]. Kecukupan gizi aktual, konsumsi gizi aktual, serta TKG didapat dengan menjumlahkan data pada sheet “TKG” sesuai syarat yang diberikan, yaitu sesuai jenis kelamin, kemudian dibagi dengan jumlah sampel. Fungsi yang digunakan adalah fungsi SUM dan IF, dengan formula [=SUM(IF(TKG!$D$4:$D$22=$C4, TKG!$E$4:$E$22, 0)/$D4)].

Tabel 2. Tingkat konsumsi energi

No

Jenis Kelamin

Sebaran Jumlah Keluarga Menurut Tingkat Konsumsi Energi

< 70 % AKE

70 – 80 % AKE

> 80 % AKE

Total

n

%

n

%

n

%

n

%

1

Pria

                    2

40.0

                    1

20.0

                    2

40.0

                    5

45.5

2

Wanita

                    2

33.3

                   –

0.0

                    4

66.7

                    6

54.5

Total

                    4

36.4

                    1

9.1

                    6

54.5

                 11

100.0

            Sebagan besar responden sudah memenuhi kecukupan energi aktualnya. Hal ini terlihat dari banyaknya responden yang TKG lebih tinggi daripada 80%, yaitu sebesar 54,5%. Baik pria maupun wanita memiliki tingkat kecukupan yang relatif sama.

Jumah sampel didapat dengan fungsi COUNT dan IF, yaitu dengan menghitung jumlah sampel dengan syarat. Syarat yang diberikan adalah jenis kelamin serta TKG. TKG dibagi menjadi tiga yaitu TKG<70%, 70%<TKG<80% dan TKG>80%. Formula yang digunakan ialah [=COUNT(IF(TKG!$D$4:$D$13=$C12, IF(TKG!$I$4:$I$13<70, TKG!$B$4:$B$13, “”), “”))]. Terdapat kesalahan pada formula TKG>80%, formul pada kolom tersebut menyatakan syarat >70%, sehingga data ada yang terhitung dua kali.

Tabel 3. Tingkat konsumsi protein

No

Jenis Kelamin

Sebaran Jumlah Keluarga Menurut Tingkat Konsumsi Protein

< 70 % AKP

70 – 80 % AKP

> 80 % AKP

Total

n

%

n

%

n

%

n

%

1

Pria

                    2

50.0

                   –

0.0

                    2

50.0

                    4

36.4

2

Wanita

                    2

33.3

                   –

0.0

                    4

66.7

                    6

54.5

Total

                    4

40.0

                   –

0.0

                    6

60.0

                 10

90.9

Sebagan besar responden sudah memenuhi kecukupan protein aktualnya. Hal ini terlihat dari banyaknya responden yang TKG lebih tinggi daripada 80%, yaitu sebesar 60%. Baik pria maupun wanita memiliki tingkat kecukupan yang relatif sama.

Jumah sampel didapat dengan fungsi COUNT dan IF, yaitu dengan menghitung jumlah sampel dengan syarat. Syarat yang diberikan adalah jenis kelamin serta TKG. TKG dibagi menjadi tiga yaitu TKG<70%, 70%<TKG<80% dan TKG>80%. Formula yang digunakan ialah [=COUNT(IF(TKG!$D$4:$D$13=$C20, IF(TKG!$J$4:$J$13<70, TKG!$B$4:$B$13, “”), “”))].

LAMPIRAN

Tabel Kecukupan responden

Nomor Sampel

Umur (Tahun)

Jenis Kelamin

Berat Badan (Cm)

Kecukupan Gizi Ideal

Kecukupan Gizi Aktual

Aktual

Ideal

Energi (Kal)

Protein (Gr)

Energi (Kal)

Protein (Gr)

1080

0.5

wanita

7

8.5

                    650

                   16.0

                    535                    13.2

3077

1.0

wanita

9

12.0

                1,000

                   25.0

                    750                    18.8

1118

1.5

wanita

13.7

12.0

                1,000

                   25.0

                1,142                    28.5

3081

1.5

pria

10

12.0

                1,000

                   25.0

                    833                    20.8

1095

1.5

pria

14

12.0

                1,000

                   25.0

                1,167                    29.2

3123

1.7

pria

12

12.0

                1,000

                   25.0

                1,000                    25.0

3104

1.9

wanita

12

12.0

                1,000

                   25.0

                1,000                    25.0

3110

2.0

wanita

13

12.0

                1,000

                   25.0

                1,083                    27.1

2064

2.2

pria

13

12.0

                1,000

                   25.0

                1,083                    27.1

1128

3.0

wanita

20

12.0

                1,000

                   25.0

                1,667                    41.7

Tabel Konsumsi

Nomor Sampel

Gram Pangan

Kode Pangan

Kode PPH

Jenis Pangan

BDD (%)

Kandungan Zat Gizi

Energi

(Kal)

Protein

(Gr)

1118

20

3

1

BERAS KETAN PUTIH

100

72

1.3

1118

15

282

8

BIT

75

5

0.2

1118

10

415

8

BUAH NONA

58

6

0.1

1118

10

158

3

AYAM

58

18

1.1

1118

20

481

4

LEMAK BABI

100

180

1118

5

241

3

PINDANG BANJAR

90

7

1.3

1118

50

460

8

SEMANGKA

46

6

0.1

1080

20

2

1

BERAS GILING MASAK (NASI)

100

36

0.4

1080

27

404

8

WORTEL

88

10

0.3

1080

50

42

2

KENTANG

85

35

0.9

1080

30

192

3

TELUR AYAM, BAGIAN PUTIH

100

15

3.2

1080

30

272

8

BAYAM, SEGAR

71

8

0.7

1080

43

393

8

TOMAT MASAK

95

8

0.4

1080

5

537

1

BISKUIT MAHAL

100

18

0.4

1080

10

407

8

ALPOKAT

61

5

0.1

1095

75

2

1

BERAS GILING MASAK (NASI)

100

134

1.6

1095

10

224

3

IKAN SEGAR

80

9

1.4

1095

25

147

6

TEMPE KEDELAI MURNI

100

37

4.6

1095

50

446

8

PEPAYA

75

17

0.2

1095

100

471

3

SUSU KENTAL MANIS

100

336

8.2

1095

50

272

8

BAYAM, SEGAR

71

13

1.2

1095

10

503

7

GULA PASIR

100

36

1128

300

4

1

BERAS KETAN PUTIH, TUMBUK

100

1,083

22.2

1128

100

164

3

DAGING ANAK SAPI

100

190

19.1

1128

60

194

3

TELUR AYAM, DADAR

100

151

9.8

1128

400

483

4

MARGARINE

100

2,880

2.4

1128

60

477

3

TEPUNG SUSU ASAM, UNTUK BAYI

100

251

11.4

2064

200

4

1

BERAS KETAN PUTIH, TUMBUK

100

722

14.8

2064

100

43

2

KENTANG HITAM

75

107

0.7

2064

500

241

3

PINDANG BANJAR

90

707

126.0

2064

100

415

8

BUAH NONA

58

59

1.0

2064

250

439

8

MANGGA KOPEK

65

91

0.7

2064

100

474

3

SUSU IBU (ASI)

100

65

1.1

2064

45

523

9

COKLAT MANIS, BATANG

100

212

0.9

3077

100

14

1

BERAS PECAH KULIT

100

335

7.4

3077

5

489

4

MINYAK WIJEN

100

45

3077

100

14

1

BERAS PECAH KULIT

100

335

7.4

3077

5

489

4

MINYAK WIJEN

100

45

3077

20

4

1

BERAS KETAN PUTIH, TUMBUK

100

72

1.5

3077

75

474

3

SUSU IBU (ASI)

100

49

0.8

3077

100

14

1

BERAS PECAH KULIT

100

335

7.4

3077

5

489

4

MINYAK WIJEN

100

45

3081

5

489

4

MINYAK WIJEN

100

45

3081

20

14

1

BERAS PECAH KULIT

100

67

1.5

3081

25

284

9

BOROS LAJA

80

4

0.2

3081

15

176

3

EMPAL GORENG

100

89

2.8

3081

5

489

4

MINYAK WIJEN

100

45

3081

20

14

1

BERAS PECAH KULIT

100

67

1.5

3081

25

284

9

BOROS LAJA

80

4

0.2

3081

15

176

3

EMPAL GORENG

100

89

2.8

3081

20

54

1

ROTI WARNA SAWO MATANG

100

50

1.6

3081

20

176

3

EMPAL GORENG

100

118

3.7

3081

5

489

4

MINYAK WIJEN

100

45

3104

100

4

1

BERAS KETAN PUTIH, TUMBUK

100

361

7.4

3104

50

241

3

PINDANG BANJAR

90

71

12.6

3104

25

158

3

AYAM

58

44

2.6

3104

50

439

8

MANGGA KOPEK

65

18

0.1

3104

500

486

4

MINYAK KACANG TANAH

100

4,510

3104

50

284

9

BOROS LAJA

80

9

0.4

3104

8

518

7

SETRUP, SIRUP

100

17

3104

30

194

3

TELUR AYAM, DADAR

100

75

4.9

3110

75

460

8

SEMANGKA

46

10

0.2

3110

100

153

5

KERUPUK MELINJO, TIPIS GORENG

100

485

11.5

3110

50

545

2

GETUK LINDRI

100

86

0.9

3110

20

164

3

DAGING ANAK SAPI

100

38

3.8

3110

125

538

8

BUNTIL

100

133

5.5

3110

100

4

1

BERAS KETAN PUTIH, TUMBUK

100

361

7.4

3110

20

164

3

DAGING ANAK SAPI

100

38

3.8

3110

200

396

8

CABE MERAH BESAR, KERING

85

529

27.0

3110

7.2

499

9

GELATINE

100

28

6.6

3110

20

97

6

KACANG IJO

100

69

4.4

3123

100

2

1

BERAS GILING MASAK (NASI)

100

178

2.1

3123

50

158

3

AYAM

58

88

5.3

3123

40

53

1

ROTI PUTIH

100

99

3.2

3123

50

404

8

WORTEL

88

18

0.5

3123

50

285

8

BUNCIS

90

16

1.1

3123

50

154

6

TAHU

100

34

3.9

3123

60

194

3

TELUR AYAM, DADAR

100

151

9.8

3123

50

451

8

PISANG RAJA ULI

75

55

0.8

Tabel TKG

Nomor Sampel

Umur (Tahun)

Jenis Kelamin

Kecukupan Gizi Aktual

Konsumsi Gizi Aktual

Tingkat Kecukupan Gizi

Energi (Kal)

Protein (Gr)

Energi (Kal)

Protein (Gr)

Energi (%)

Protein (%)

1080

            0.5  wanita

                    535

                   13.2

                    134

                     6.4

25.1

48.6

3077

            1.0  wanita

                    750

                   18.8

                1,261

                   24.5

168.2

130.7

1118

            1.5  wanita

                1,142

                   28.5

                    294

                     4.0

25.8

14.2

3081

            1.5  pria

                    833

                   20.8

                    623

                   14.2

74.7

68.1

1095

            1.5  pria

                1,167

                   29.2

                    582

                   17.1

49.9

58.8

3123

            1.7  pria

                1,000

                   25.0

                    638

                   26.6

63.8

106.5

3104

            1.9  wanita

                1,000

                   25.0

                5,105

                   28.1

510.5

112.2

3110

            2.0  wanita

                1,083

                   27.1

                1,775

                   71.1

163.9

262.5

2064

            2.2  pria

                1,083

                   27.1

                1,962

                145.1

181.1

535.8

1128

            3.0  wanita

                1,667

                   41.7

                4,554

                   64.9

273.3

155.7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s