INTERVENSI PEMBERIAN AIR KELAPA SEGAR DAN OLAHAN PADA WANITA REMAJA PENDERITA KELUHAN MENSTRUASI

USULAN PENELITIAN

INTERVENSI PEMBERIAN AIR KELAPASEGAR DAN OLAHAN PADA WANITA REMAJA PENDERITA KELUHAN MENSTRUASI

Oleh:
Ika Meilaty
I14080120

Asisten Praktikum:
Nonly Stevani
Panji Azahari B Tahudi

Koordinator Mata Kuliah:
Prof, Dr. Ir. Hidayat Syarief, MS

DEPARTEMEN GIZI MASYARKAT
FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Setiap wanita yang telah mencapai usia remaja dan dewasa akan mengalami menstruasi. Menstruasi adalah peristiwa pengeluaran darah dan sel-sel yang luruh yang berasal dari dinding rahim melalui vagina yang berlangsung secara periodik. Menstruasi berawal dari menstruasi yang pertama (menarche) yang biasa terjadi pada usia 10-14 tahun sampai dengan terjadinya menopause (menstruasi terakhir) yang terjadi kira-kira pada umur 45-50 tahun.
Menstruasi umumnya memberikan rasa ketidaknyamanan pada fisik wanita selama beberapa hari sebelum atau pada awal menstruasi.Ketidaknyamanan tersebut biasa disebut keluhan menstruasi.Keluhan menstruasi yang sering dialami remaja antara lain menstruasi tidak teratur, menstrusi yang banyak dan lama, serta nyeri menstruasi. Salah satu keluhan menstruasi yang paling sering diutarakan adalah nyeri tak tertahan pada daerah sekitar perut.Akibatnya wanita tidak bisa melakukan aktivitasnya dengan normal, dan bahkan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran
Salah satu upaya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan, minuman atau makanan tertentu yang diyakini dapat mengurangi atau menghilangkan rasa sakit.Obat-obatan atau minuman penghilang rasa nyeri yang dijual dipasaran, umumnya banyak mengandung bahan-bahan kimia sintetis.Hal ini menyebabkan banyak wanita takut untuk menggunakan obat dan minuman tersebut untuk mengurangi rasa nyeri.
Air kelapa, yang oleh beberapa orang masih dianggap sebagai limbah, memiliki beberapa keistimewaan, selain cita rasa yang khas air kelapa juga mempunyai kandungan gizi terutama mineral yang sangat memadai untuk tubuh manusia.Air kelapa mengandung protein, lemak, gula, sejumlah vitamin, asam amino, dan hormon pertumbuhan. Kalium dan natrium pada air kelapa cukup tinggi, sehingga secara alami mempunyai komposisis mineral dan gula yang menyerupai kesetimbangan elektrolit pada cairan tubuh manusia.
Keluhan menstruasi dapat dikurangi dengan penambahan vitamin untuk kerja serotonin serta penambahan hormon yang biasa dilakukan sebagai terapi pengobatan keluhan menstruasi oleh dokter.Air kelapa secara alami mengandung banyak vitamin dan mineral serta mengandung beberapa hormon, seperti progesteron.Air kelapa juga telah diolah menjadi beberapa olahan dengan vitamin, mineral, serta zat gizi lain yang ditambahkan dari bahan pangan lain, sehingga memiliki kandungan gizi lebih tinggi. Namun, pengolahan pun umumnya mengurangi beberapa zat gizi dalam bahan pangan.
Wanita umumnya mulai merasakan keluhan menstruasi kurang lebih satu minggu sebelum menstruasi.Air kelapa dapat diminum baik sebelum, sedang maupun sesudah menstruasi untuk mengetahui waktu terbaik konsumsi pereda rasa nyeri.Oleh karena itu intervensi ini perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh air kelapa untuk mngatai keluhan menstruasi.

Tujuan
Tujuan Umum :
Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian air kelapa pada wanita remaja sebagai upaya mengurangi keluhan menstruasi.
Tujuan Khusus :
1. Melakukan intervensi pemberian air kelapa segar dan olahan
2. Mempelajari pola pemberian intervensi secara preventif dan kuratif
3. Mengetahui dosis pemberian intervensi secara preventif dan kuratif
4. Mengetahui efek samping pemberian terhadap siklus menstruasi
5. Membandingkan pengaruh pemberian air kelapa segar dan olahan terhadap keluhan menstruasi
6. Membandingkan pola pemberian air kelapa segar dan olahan dengan produk pereda nyeri (kiranti)
Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai upaya mengurangi rasa nyeri ketika menstruasi secara alami dengan air kelapa.

TINJAUAN PUSTAKA
Air Kelapa
Air kelapa diperoleh dari buah kelapa yaitu endosperma cair (coconut water) dari buah kelapa.Air kelapa ini mengisi ¾ bagian rongga sebelah dalam buah kelapa (Freemond & Ziller 1996).Jumlah air kelapa yang terkandung dalam satu buah kelapa tua sekitar 300ml.
Selain sebagai minuman segar, air kelapa juga dimanfaatkan sebagai media produksi nata de coco. Namun demikian, secara umum air kelapa masih sering hanya merupakan limbah yang terbuang begitu saja.Satu buah kelapa rata-rata mengandung sekitar 200ml air kelapa.Jumlah ini dipengaruhi oleh ukuran kelapa, varietas, kematangan dan kesegaran kelapa. Produksi air kelapa cukup berlimpah di Indonesia, yaitu mencapai lebih dari dua juta liter per tahun. Namun, pemanfaatannya dalam industri pangan belum begitu banyak, sehingga banyak air kelapa yang terbuang percuma.Selain itu, buangan air kelapa berbahaya karena dapat menimbulkan pousi asam asetat yang terbentuk akibat fermentasi air kelapa (Anoim 2006). Menurut Tenda (1992), fermentasi air kelapa akan menghasilkan asam yang akan mempengaruhi keasaman tanah, sehingga akan menimbulkan pengaruh buruk pada tanaman sekitarnya.
Air kelapa mengandung sejumlah zat gizi, yaitu protein, lemak, gula, sejumlah vitamin, asam amino, dan hormon pertumbuhan. Unsur mineral utama adalah kalium.Kandungan gula masimal, yaitu 3 gram per 100ml air kelapa, tercapai pada bulan keenam umur buah, kemudian menurun dengan semakin tuanya kelapa. Jenis gula yang terkandung glukosa, fruktosa, sukrosa,, dan sorbitol. Gula-gula tersebut yang menyebabkan air kelapa muda terasa lebih manis dibandingkan air kelapa tua (Anonim 2006).
Kandungan mineral dalam air kelapa cukup tinggi teruama kalium dan klorida.Kandungan beberapa mineral dalam air kelapa disajikan pada Tebel 1 berikut.
Tabel 1 Kandungan mineral dalam air kelapa
Mineral Kandungan (ppm)
Kalium (K) 312
Natrium (Na) 105
Kalsium (Ca) 29
Magnesium (Mg) 30
Besi (Fe) 0,01
Tembaga (Cu) 0,14
Phospor (P) 37
Sulfur (S) 24
Klorida (Cl) 184
Sumber : Ketaren 1978 diacu dalam Tenda 1992
Menstruasi
Menstruasi merupakan peristiwa pengeluaran darah dan sel-sel endometrium yang luruh secara periodik melalui vagina. Menstruasi dimulai saat puberrtas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk hamil walalupun mungkin faktor-faktor kesehatan lain belum memungkinkan untuk itu. Menstruasi biaasanya dimulai pada umur 10-14 tahun, tergantung pada berbagai faktor termasuk faktor kesehatan dan gizi. Menstruasi terjadi sebulan sekali sampai wanita mencapai usia 45-50 tahun. Akhir dari masa-masa kehamilan wanita (Anonim 2004).
Menstruasi melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormoon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan siklus, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal.Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang.Kemudian telur dilepaskan dan mulai bergerak menuju tuba Falopii kemudian ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma, lapisan rahim (endometrium) akan luruh dan akan dikeluarkan melalui vagina yang disertai dengan pendarahan (Anonim 2004).
Hanafiah (1987) menjelaskan bahwa hormon-hormon yang berpengaruh terhadap menstruasi diantaranya adalah FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), hormon estrogen, dan hormon progesteron.Folikel berkembang akibat pengaruh dari produksi FSH yang meningkat. Folikel ini akan semakin berkembang sehingga produksi esterogen semakin meningkat, hal ini mengakibatkan produksi FSH semakin menurun. Produksi estrogen secara berangsur-angsur mencapai puncaknya, dan hal ini menyebabkan terjadinya lonjakan LH pada pertengahan siklus.Kenaikan estrogen dan LH inilah yang mengakibatkan terjadinya ovulasi.
Dalam beberapa jam setelah kenaikan LH, estrogen menurun dan akhirnya LH juga menurun. Setelah ovulasi, folikel berubah menjadi korpus luteum, Lutenized granulosa cells dalam korpus luteum memproduksi progesteron, dan luteinized theca cells memproduksi estrogen, sehingga jumlah kedua hormon tersebut meningkat pada fase luteal. Salah satu fungsi progesteron adalah mempertahankan endometrium. Korpus luteum berangsur-angsur akan terdegradasi, dan karena tidak adanya pembuahan maka pengeluaran hormon progesteron menjadi semakin berkurang dan endometrium akan luruh dan akhirnya terjadi menstruasi (Hanafiah 1987).
Siklus Menstruasi
Lama siklus menstruasi adalah lamanya periode menstruasi yang dihitung dari awal menstruasi smpai sehari sebelum periode mensruasi berikutnya. Hari mulainya pendarahan dinamakan hai pertama siklus. Jam mulainya menstruasi tidak pernah diperhitungkan maka panjang siklus mempunyai kesalahan ± 1 hari. Menurut Hanafiah (1987) lama siklus yang biasa pada mausia ialah 25-32 hari. Lama siklus menstruasi yang dianggap sebagai siklus menstruasi klasik adalah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama (Affandi 1990). Endometrium dipersiapkan untuk kedatangan ovum yang telah dibuahi, pada kira-kira hari ke-21, apabila ovum tidak dibuahi maka pada hari ke-28 endometrium luruh dan menstruasi pun terjadi dn siklus terulang sekali lagi (Pearce 1992).
Siklus menstruasi terdiri dari atas perubahan-perubahan di dalam ovarium dan rahim. Masa menstruasi berlangsung kira-kira lima hari, selama masa ini dinding endometrium luruh dari dinding rahim dan pendarahan terjadi. Siklus menstruasidiatur oleh interaksi yang kompleks dari beberapa kelenjar endokrin reproduksi yang terdiri dari hipotalamus, hipofisis, ovarium dan endometrium atau disebut juga poros hipotalamus-hipofisis-gonad.Bila poros berjalan normal maka siklus menstruasi berjlan normal (Affandi 1990; Pearce 1992).
Masa sesudah menstruasi adalah tahap perbaikan dan pertumbuhan yang berlangsung sembilan hari ketika selaput terlepas untuk diperbaharui.Tahap ini dikendalikan oleh estrogen yang disekresikan oleh ovarium, pengeluaran estrogen dikendalikan oleh FSH dari hipofisis. Ovulasi terjadi pada 14 hai pertama, kemudian disusul 14 hari tahap sekretorik, yang dikendalikan oleh progesteron yang dikluarkan oleh korpus luteum. Endometrium menjadi tebal dan lembut, siap untuk ditanami ovum yang telah dibuahi, tetapi bila tidak ada ovum yang dibuahi maka terjadi bendungan di dalam kapiler-kapiler dan dilanjutkan dengan masa menstruasi (Pearce 1992).
Siklus mnstruasi pada wanita berkaitan dengan usia. Siklus terlama adalah saat setelah menstruasi yang pertama dan saat menjelang menopause. Siklus menstruasi memendek secara bertahap bersamaan dengan bertambahnya usia, dan menjadi stabil pada usia tiga puluhan (Danukusumo & Affandi 1990).
Keluhan Menstruasi
Danukusumo dan Affandi (1990) menyatakan bahwa menstruasi tidak hanya sekedar keluarnya darah dari vagina, tetapi juga disertai perasaan tidak nyaman dan stres mental.Menurut Affandi (1990) keluhan menstruasi yang sering dialami remaja antara lain menstruasi tidak teratur (terutama dalam 3 tahun pertama menarche), menstruasi yang banyak dan lama (hipermenorhea), dan nyeri menstruasi (dismenorhea). Gejala-gjala dari keluhan menstruasi dapat sakit/keram di bawah perut, nyeri pada payudara, sakit kepala, lesu, merasa lebih emosional, dan lain-lain (Anonim 2004).
Dismenorea atau nyeri menstruasi mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menybabkan wanita-wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Keluhan menstruasi ini bersifat subyektif, sehingga berat atau intensitasnya sukar dinilai.Walaupun frekuensi dismenorea cukup tinggi dan sudah lama dikenal, namun sampaii sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan (Simanjuntak 1999).
Keluhan menjelang menstruasi merupakan keluhan secara psikis maupun fisik yang terjadi antara hari kedua sampai hari keempat belas menjelang menstruasi dan mereda segera saat menstruasi berawal, walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai menstruasi berhenti.Gejala-gejala fisik diantaranya sakit kepala, mual, sakit atau keram di bawah perut, pembesaran dan rasa nyeri pada payudara, dan sebagainya (Shreeve 1989).
Terjadinya keluhan-keluhan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor.Shreeve (1989) menyebutkan bahwa ketidakseimbangan hormon esterogen dan progesteron memiliki peranan penting pada keluhan-keluhan menstruasi. Faktor lain yang dapat menyebabkan terjdinya keluhan adalah faktor keturunan. Adanya faktor keturunan ini sulit untuk dikendalikan.Seorang remaja yang mengalami keluhan menstruasi biasanya memiliki ibu yang juga pernah mengalami keluhan menstruasi serupa.
Keluhan nyeri bawah perut dapat disebabkan karena adanya hiperkontraktilitas rahim yang disebabkan oleh prostaglandin. Prostaglandin hanya dapat menimbulkan rasa sakit apabila kadar progesteron dalam darah rendah. Apabila jumlah prostaglandin yang dilepaskan ke dalam peredaran darah terlalu berlebihan, maka selain terjadi nyeri akan terjadi pula keluhan ual dan muntah (Simanjuntak 1999).
Fatigon Hydro
Fatigon Hydro adalah minuman isotonik yang mengandung ion dan mineral penting yang mirip dengan cairan tubuh.Minuman ini terbuat dari air kelapa dan mengandung vitamin B3, B5 dan B6. Sehat untuk dikonsumi karena non-carbonated, free alcohol dan tanpa bahan pengawet (Kalbe Farma 2011).
Kiranti
Kiranti Sehat Datang Bulan merupakan minuman kesehatan dengan indikasi memperlancar haid serta mengatasi keluhan haid.Minuman ini terbuat dari bahan alami, seperti kunyit, dan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Rasa manis Kiranti berasal dari gula pasir dan gula kelapa (Amaliafitri 2010).

DAFTAR PUSTAKA
Affandi B. 1990. Fisiologi Haid. Di dalam:Affandi B, editor. 1990. Gangguan Haid Pada Remaja dan Dewasa. Jakarta:Balai Penerbit FKUI. Hal 1-8.

Amaliafitri A. 2010. Kiranti, minuman kesehatan untuk wanita. http://www.okezone.com/read/2010/03/12/27/312107 [23 Maret 2011].

Anonim. 2004. Mengatasi Gangguan Haid. http://www.changjaya-abadi.com/formasi-04.htm [20 Maret 2011].

______. 2006. Air kelapa, larutan isotonik alami. [terhubung berkala]. http://www.pikiranrakyat.com [20 Maret 2011].

Danukusumo D, Affandi B. 1990. Gangguan Haid Pada Remaja dan Dewasa.Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Freemond Y, Ziller. 1996. The Coconut Palm International Potash Institute. Vol II. CRC Press, Inc Ohio.

Hanafiah MJ.1987. Haid dan Siklusnya. Di dalam: Ilmu Kandungan. Jakarta: Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Kalbe Farma. 2011. Fatigon Hydro – online.www.kalbe.co.id [23 Maret 2011].

Pearce EC.1992. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia: Jakarta.

Shreeve C. 1989. Sindrom pramenstruasi.Jakarta : ARCAN Penerbit Umum.

Simajuntak p. 1999.Gangguan Haid dan Siklusnya. Yayasan Bina pustaka: Jakarta.

Tenda ET. 1992. Studi mikrobiologi minuman ringan air kelapa karbonat dan non karbonat. [Tesis]. Pasca Sarjana. IPB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s